BRMP Papua Pastikan Program Strategis Kementan Berjalan Optimal di Namblong
Jayapura, 14 September 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melakukan monitoring pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, di antaranya program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025, Mandiri Benih, dan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan program strategis pertanian berjalan optimal sekaligus mengidentifikasi kondisi dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Pada kegiatan CSR 2025, tim BRMP Papua memantau lahan petani OAP, Agus, di Kampung Swentab. Lahan seluas 1 hektar tersebut ditanami padi varietas Situbondo yang sudah memasuki umur 21 hari setelah tanam (HST). Monitoring dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus mendukung perluasan lahan CSR 2025.
Sementara itu, program Mandiri Benih yang ditargetkan mencapai 20 hektar telah tertanam sekitar 14,5 hektar di Kampung Karya Bumi. Pertanaman menggunakan varietas Inpari 42 dan Situbondo 02 yang benihnya berasal dari BRMP Papua. Umur tanaman saat ini bervariasi, mulai dari 4 HST hingga 50 HST. Perbedaan waktu tanam dipengaruhi ketersediaan air yang terbatas sehingga harus bergiliran. Kondisi debit air yang terbatas salah satunya diakibatkan oleh kemarau.
Monitoring juga dilakukan pada demplot PM-AAS seluas 2 hektar. Menggunakan varietas Inpari 49 Jembar, saat ini tanaman sudah memasuki umur 12 HST. Pengendalian hama cukup tinggi sebagai upaya mitigasi. Melalui monitoring ini, BRMP Papua terus mengawal pelaksanaan program strategi Kementan sekaligus memperkuat pendampingan agar pertanaman dapat menghasilkan produktivitas optimal sesuai kondisi di lapangan.