BRMP Papua Kawal 33.000 Benih Kakao Siap Dukung Hilirisasi
Jayapura, 14 September 2026 — Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan hilirisasi perkebunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan pekebun. Penguatan tersebut dimulai dari sektor hulu melalui penyediaan benih kakao unggul dan bermutu.
Sejalan dengan hal itu, Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua bersama Pendamping Kegiatan melakukan pengecekan penyemaian 33.000 benih kakao varietas ICCRI 08H kelas benih sebar dengan kemurnian 99 persen. Benih berasal dari Puslitkoka Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Perkebunan yang dipersiapkan untuk disalurkan kepada petani penerima manfaat.
Pengecekan dilakukan di empat lokasi, yaitu Kelompok Tani Yoyuka, Kampung Nanbom, Distrik Kemtuk sebanyak 15.000 benih; Kelompok Tani Yanim Kebew, Kampung Yanbra, Distrik Kemtuk Gresi sebanyak 10.000 benih; Kelompok Tani Walimin, Kampung Yanbra, Distrik Kemtuk Gresi sebanyak 3.000 benih; serta Kampung Sermai Bawah, Distrik Namblong sebanyak 5.000 benih. Benih yang disemai pada 1 September 2026 (berumur 14 hari) tersebut secara umum menunjukkan pertumbuhan sesuai dengan usianya, meskipun terdapat perbedaan antarlokasi yang dipengaruhi kondisi cuaca dan pemeliharaan.
Pada Kelompok Tani Yoyuka, ketersediaan sumber air yang terbatas menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petani. Upaya mitigasi yang dilakukan mampu menjaga kebutuhan air tanaman sehingga pertumbuhan benih di lokasi ini relatif lebih baik dibandingkan yang lainnya. Hasil pengecekan juga menunjukkan bahwa seluruh lokasi tetap memerlukan pendampingan untuk memastikan pemeliharaan benih berjalan optimal hingga siap disalurkan.
BRMP Papua terus mendukung penguatan sektor hulu melalui penyediaan bahan tanam bermutu dan pendampingan penerapan teknologi pertanian. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao sekaligus memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir, sehingga hilirisasi kakao mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan pekebun di Papua.