BRMP Papua Pantau Padi Keerom, Petani Dorong Pembangunan Embung
Keerom, 14 September 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melakukan monitoring kegiatan CSR 2025 dan PM-AAS di Kampung Ifia-fia, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom pada 14 September 2026. Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi lahan dan penerapan program di tingkat petani berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Tim BRMP Papua bersama petani dan penyuluh setempat turun langsung ke area lahan untuk melakukan pemantauan fisik, mulai dari kondisi pertanaman dan lahan hingga peninjauan jaringan saluran irigasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang diskusi untuk menggali berbagai kendala teknis yang dihadapi petani di lapangan.
Dari hasil pemantauan, kondisi tanaman padi secara umum terlihat baik. Varietas yang ditanam Inpari 32 yang cocok ditanam dilahan sawah irigasi maupun tadah hujan dan mempunyai rasa nasi pulen.
Namun, ketersediaan air masih menjadi salah satu kendala utama dalam mendukung pertumbuhan dan pengelolaan lahan secara optimal.
“Saat ini kondisi padi bagus, tetapi pengairan susah dan kering. Kami berharap segera ada pembangunan embung agar kebutuhan air untuk padi di lahan dapat tercukupi,” ungkap salah satu anggota kelompok tani.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan monitoring. Ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan budidaya padi, terutama pada lahan yang menghadapi keterbatasan pasokan air.
Selain melihat kondisi fisik lahan, tim juga berdiskusi bersama petani untuk mengidentifikasi permasalahan teknis serta mengevaluasi kebutuhan di lapangan. Pemantauan ini dilakukan agar dukungan program CSR 2025 dan PM-AAS dapat dimanfaatkan secara efektif serta penerapan pertanian modern dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan petani.
Dalam kegiatan tersebut, BRMP Papua turut berkoordinasi dengan Kelsi Penyuluh Pertanian Provinsi Papua dan Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Keerom. Sinergi antara pendamping, penyuluh, dan petani diharapkan dapat memperkuat penerapan teknologi serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Keerom.