Penyerahan Benih Padi Gogo untuk Mendukung Percepatan LTT & Swasembada Pangan di Kab. Waropen
Waropen, 28 Agustus 2025 – Dalam rangka mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi gogo serta upaya menuju swasembada pangan di Kabupaten Waropen, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melaksanakan kegiatan penyerahan benih padi kepada kelompok tani di wilayah tersebut pada 23–28 Agustus 2025.
Adapun benih yang diserahkan merupakan varietas unggul yaitu Inpari 30 Ciherang Sub 1 dan Inpago 13 Fortiz, dengan tujuan utama untuk mengatasi permasalahan kelangkaan benih yang selama ini dihadapi petani di Kabupaten Waropen. Penyerahan dilakukan kepada tiga kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Jazna Makmur, Kampung Demisa SP3, Distrik Inggerus, Kelompok Tani Hamadewa, Kampung Toire SP1, Distrik Inggerus, dan Kelompok Tani Elang Berkarya, Kampung Sifuisera, Distrik Wonti.
Kegiatan diawali dengan pertemuan dan diskusi antara Tim BRMP Papua bersama Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen, yang juga turut dihadiri oleh para penyuluh pertanian lapangan dan staf dinas. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen, Thomas Marini, SP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BRMP Papua atas dukungan yang diberikan. Dinas menilai langkah ini sangat strategis dalam mengatasi kelangkaan benih yang selama ini menghambat produktivitas pertanian di wilayah Waropen.
Pada kesempatan tersebut, PJ 109, Dr. Ir. Batseba M.W. Tiro, MP., dari BRMP Papua menjelaskan bahwa benih yang disalurkan merupakan benih dengan label ungu, yang artinya masih dapat digunakan sebagai benih untuk musim tanam berikutnya. Hal ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan keterbatasan benih berkualitas di daerah.
Para petani menyambut baik penyaluran benih ini, mengingat selama ini mereka hanya menggunakan benih yang telah ditanam berulang kali, yang menyebabkan penurunan produktivitas. Kini, dengan adanya benih bersertifikat, diharapkan hasil panen padi gogo dapat meningkat secara signifikan.
Namun demikian, salah satu tantangan baru yang muncul adalah kelangkaan pupuk yang menjadi perhatian utama petani pasca distribusi benih. Dalam hal ini, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan stakeholder terkait untuk mencari solusi terbaik guna menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian secara menyeluruh.
Menariknya, di Distrik Wonti, Kepala Kampung setempat telah mengalokasikan Dana Kampung untuk mendukung usaha pertanian padi, menunjukkan komitmen lokal dalam mendukung pengembangan pertanian. Potensi yang dimiliki Distrik Wonti dan Distrik Inggerus sangat besar, baik dari sisi lahan, sumber daya manusia, maupun komitmen masyarakat. Kedua distrik ini memiliki karakteristik lahan yang sesuai untuk pengembangan padi gogo secara berkelanjutan.
Dengan adanya penyaluran benih bersertifikat ini, diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Waropen. Dukungan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, daerah, hingga kampung, menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada di Papua, khususnya di Waropen.