BRMP Papua Dorong Percepatan SID dan Cetak Sawah Rakyat Dukung Swasembada Pangan
Sentani, 22 Januari 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menjadi tuan rumah Rapat Progres SID RPATA 2025 dan Persiapan Pelaksanaan SID Cetak Sawah TA 2026 yang bertempat di Aula BRMP Papua dan dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan program Cetak Sawah Rakyat sebagai penopang swasembada pangan nasional.
Rapat dibuka dan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BRMP Papua, serta dihadiri secara luring oleh Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian (Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian) Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua beserta PPK, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan (PSP) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, serta pegawai BRMP Papua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Selatan serta sejumlah kepala dinas kabupaten/kota yang terdiri dari Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura mengikuti rapat secara daring.
Dalam rapat tersebut, Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian menyampaikan laporan monitoring fisik pelaksanaan SID CSR 2025. Disampaikan bahwa progres di beberapa wilayah masih perlu dipercepat mengingat batas waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Ditjen LIP menegaskan kehadirannya untuk melakukan pendampingan serta pendalaman data SID yang telah terealisasi sebagai dasar pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, mulai dari aspek sosial budaya masyarakat hingga keterbatasan alat dan tantangan teknis di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala BRMP Papua menyampaikan komitmen untuk membentuk tim guna melakukan pengecekan langsung ke wilayah Papua Pegunungan sebagai langkah percepatan dan penyelesaian masalah.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat Daya melaporkan perkembangan pelaksanaan SID di wilayahnya. Beliau menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain terkait pendekatan kepada masyarakat, ketersediaan alat berat, serta aspek teknis pelaksanaan kegiatan.
Sebagai penutup, rapat menekankan pentingnya pembaruan data progres secara berkala. Monitoring dan pengawalan pelaksanaan SID dan CSR akan terus dilakukan, dengan BRMP Papua bersama BRMP Papua Barat berperan aktif memantau dinas-dinas pertanian provinsi. Catatan dan kendala yang masih berjalan pada 2025 diharapkan segera ditindaklanjuti sebagai dasar kesiapan pelaksanaan program tahun 2026.