Kunjungan Lapangan di Merauke
Pada hari Jumat, tanggal 7 November 2025, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, Bapak Aser Rouw, bersama staf Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP), melaksanakan kegiatan kunjungan lapang ke beberapa lokasi pertanaman padi di wilayah Kabupaten Merauke, khususnya di Distrik Tanah Miring dan Distrik Kurik.
Kunjungan dimulai di ke Kampung Sermayam Indah, Tanah Miring, dengan kooperator Bapak Agung dan Bapak Ari. Di lokasi Bapak Agung, petani menanam padi varietas Inpari 49 seluas 2 hektar, yang diperkirakan akan dipanen pada bulan ini. Dari hasil wawancara dan observasi, diketahui bahwa kondisi lahan cukup baik dan tidak terpengaruh oleh intrusi air asin. Petani di wilayah ini telah memanfaatkan satu unit alat transplanter untuk mempercepat proses tanam. Berdasarkan hasil panen sebelumnya, produktivitas tertinggi yang dicapai mencapai 4 ton beras per hektar. Bapak Agung menuturkan bahwa apabila kondisi cuaca mendukung, lahan dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun. Namun demikian, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) masih menjadi kendala utama dalam optimalisasi lahan. Sementara itu di lahan Bapak Ari varietas yang ditanam adalah Inpara 2 seluas 1 hektar dengan umur tanaman sekitar empat minggu.
Selanjutnya, tim melanjutkan kunjungan Kampung Bersehati, Tanah Miring, dengan kooperator Bapak Hadi. Di lokasi ini, tim mengamati pertanaman padi varietas Membramo seluas 1 hektar yang telah memasuki masa panen dan akan dipanen dalam minggu ini. Selain itu, terdapat juga varietas Inpari 42 seluas 3 hektar yang diperkirakan akan menyusul panen segera setelahnya. Tim lapangan mencatat bahwa persiapan sarana angkut hasil panen segera dilakukan agar distribusi hasil produksi dapat berjalan dengan lancar.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Kurik, Distrik Kurik, di mana tim melakukan identifikasi lokasi calon Kantor Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan. Lokasi yang diusulkan berada di Kurik, dengan status lahan saat ini masih dalam proses pembahasan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua Selatan. Lokasi ini dinilai strategis karena berdekatan dengan kawasan sentra produksi padi dan memiliki potensi untuk mendukung kegiatan modernisasi pertanian di wilayah selatan Papua.