Percepat Program 2026, BRMP Papua Hadiri Rapat Koordinasi Kementan
Jakarta, 24 Februari 2026 – Kementerian Pertanian melakukan langkah cepat dalam mengawali tahun anggaran 2026 dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program/Kegiatan Pembangunan Pertanian TA 2026. Diselenggarakan secara hybrid, Rakor ini berlokasi di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Rakor tersebut dihadiri Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Wakil Menteri Pertanian, jajaran Eselon I dan II, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Dalam Rakor ini, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat kuat, bahkan mencapai 3,5 juta ton pada awal tahun. Keberhasilan swasembada ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mulai mengirimkan ekspor beras ke beberapa negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua hadir guna mengawal program strategis Kementan berjalan lancar di wilayah Papua. Utamanya dalam mengoordinasikan penyuluh pertanian bersama BPPSDMP. Selain itu, Rakor ini juga membahas percepatan pendataan petani dan lahan (CPCL) serta dukungan pada program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan optimalisasi lahan agar produksi pangan terus meningkat.
Selain fokus pada beras, Rakor ini juga menekankan pentingnya hilirisasi atau pengolahan hasil panen agar petani mendapatkan keuntungan lebih besar. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian utama antara lain kelapa, kopi, kakao, serta pengembangan peternakan ayam.
Melalui kerja sama yang solid dan terintegrasi, Kementan optimis dapat mempertahankan surplus produksi pangan. Fokus pada perluasan lahan dan hilirisasi yang terukur diharapkan mampu menjaga kestabilan stok nasional dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia secara berkelanjutan.