Sagu Go Modern Bersama BRMP Papua: Hilirisasi Lokal Tumbuh dari Akar Komunitas
Jayapura, 20 Februari – Transformasi sagu dari pangan tradisional menuju produk agroindustri bernilai tambah kembali menunjukkan progres nyata. Bertempat di Wilayah Rayon Batu Karang, Jemaat Gereja GKI Maranatha Ardipura I–III, digelar Lomba Olahan Pangan Lokal Berbasis Sagu yang diikuti 13 ibu rumah tangga dalam tiga kelompok. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan diversifikasi pangan dan penguatan hilirisasi komoditas lokal Papua.
Lomba yang menampilkan inovasi es krim sagu, bronis sagu, dan bakso sagu tersebut menghadirkan Yuliana Rumsarwir, SP., M.Si., Penyuluh Pertanian BRMP Papua, selaku Ketua Dewan Juri.
Dalam proses evaluasi organoleptik dan penilaian aspek inovasi produk, beliau menekankan bahwa seluruh olahan menunjukkan potensi kuat untuk dikembangkan dalam skema usaha mikro berbasis agro processing.
“Produk yang ditampilkan tidak hanya unggul dari sisi cita rasa, tetapi juga memiliki peluang komersialisasi. Ini merupakan langkah nyata dalam peningkatan nilai tambah dan penguatan rantai pasok sagu sebagai komoditas strategis Papua,” tegasnya.
Menurut Yuliana, kegiatan ini menjadi bagian dari ekosistem modernisasi pertanian yang tidak berhenti pada budidaya, tetapi berlanjut pada pengolahan, pengemasan, hingga orientasi pasar.
Turut hadir Aplena Yochu, SH., M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Ia menilai kegiatan ini sebagai model pemberdayaan berbasis potensi wilayah yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga.
Sebelum kompetisi berlangsung, para peserta telah mendapatkan pelatihan teknis pengolahan pangan lokal berbasis sagu yang difasilitasi oleh Yayasan Bengkel Kerja Papua. Yayasan tersebut merupakan mitra binaan BRMP Papua dalam program diseminasi dan difusi teknologi pengolahan hasil pertanian.
Pada tahun 2025, pembelajaran dan praktik pengolahan dilakukan di Laboratorium Pendukung BRMP Papua sebagai bagian dari transfer inovasi teknologi pangan dari Kementerian Pertanian kepada masyarakat. Pendekatan ini menjadi strategi percepatan adopsi teknologi serta penguatan kapasitas SDM dalam pengembangan agroindustri skala rumah tangga.
Melalui kolaborasi kelembagaan dan penguatan kapasitas ini, BRMP Papua terus mendorong transformasi sistem pertanian menuju pertanian maju, mandiri, dan modern. Sagu tidak lagi sekadar komoditas subsisten, melainkan komoditas unggulan yang siap memasuki pasar dengan nilai tambah tinggi.
Dari dapur mama-mama Jayapura, hilirisasi sagu kini bergerak maju. Membuktikan bahwa modernisasi pertanian Papua bertumbuh dari akar lokalnya sendiri.