Sekolah Lapang OAP di Sarmi Usai, Petani Papua Siap Wujudkan Pertanian Modern
Sarmi, 14 Oktober 2025 – Kegiatan Sekolah Lapang Orang Asli Papua resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sarmi, Hj. Jumriati, SH., di Kampung Tamar Sari SP 5, Distrik Bonggo. Program yang berlangsung selama delapan hari, sejak 6 hingga 14 Oktober 2025 ini, menjadi puncak pembelajaran bagi 100 petani Orang Asli Papua (OAP) dari empat distrik, yaitu Distrik Pantai Barat, Sarmi Timur, Pantai Timur, dan Bonggo.
Turut hadir dalam penutupan kegiatan tersebut, Maria Magdalena Maru, SP, MM selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi sekaligus penyelenggara sekolah lapang, Lettu Inf. Sudarno selaku Danramil Bonggo, Iptu. Yus Maudul selaku Kapolsek Bonggo, Michael Somari Demianus Sawen, S.IP selaku Kepala Distrik Bonggo, Kepala Kampung Tamar Sari, Fera, SP selakuKetua Panitia SL, serta Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP., Siti Raodah Garuda, SP, MP., dan Muhammad Nur, S.ST, MP selaku Narasumber SL dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua.
Selama kegiatan, para petani mendapatkan pembelajaran lengkap mulai dari budidaya padi, jagung, kacang tanah, dan cabai, hingga praktik pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik cair ramah lingkungan. Petani juga dilatih mengoperasikan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yakni Cultivator mini, medium, dan TR 2 menjadi bagian penting dari upaya mendorong modernisasi sistem pertanian berbasis teknologi tepat guna.
Program ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian petani sekaligus motivasi dalam mengelola usaha tani secara efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim dan pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa petani adalah pahlawan pangan yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kabupaten Sarmi kini fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perikanan. “Kami akan terus mendukung para petani dengan bantuan alat tanam dan benih, asalkan lahan benar-benar siap tanam. Kami tidak ingin ini hanya seremonial, tetapi langkah nyata menuju pertanian hebat Sarmi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sarmi untuk menjadikan wilayah ini sebagai lumbung penyangga padi di Tanah Papua dengan rencana pembukaan lahan sawah baru seluas 640 hektare di SP 3.
Selain itu, sektor perikanan juga akan diperkuat melalui pembangunan kampung nelayan modern dengan kerjasama bersama Kementerian Kelautan dan perusahaan Nusa Tuna agar hasil tangkapan nelayan lebih mudah dipasarkan.
Wakil Bupati menyerahkan bantuan alat pertanian kecil berupa sepatu boot, parang, sekop, bibit cabai, serta obat-obatan pertanian kepada peserta sekolah lapang. Penyerahan ini sebagai simbolis yang mencerminkan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan.
Sekolah Lapang Orang Asli Papua bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah gerakan transformasi menuju pertanian modern dan berkelanjutan. Dengan menguasai inovasi dan teknologi pertanian, petani Papua kini melangkah pasti menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan bersama.
“Pertanian Hebat, Sarmi Bisa!” menjadi semangat baru yang menggema di ladang-ladang petani OAP Bonggo.