Rakor LTT Padi Regional Papua Dorong Sinergi Menuju Swasembada Pangan Nasional 2025
Sentani, 10 September 2025 – Dalam rangka mendukung program Strategis Swasembada Pangan Nasional 2025, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, yang ditetapkan sebagai penanggung jawab provinsi sesuai Kepmentan No. 458/Kpts/PW.020/M/06/2025, menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Kinerja LTT Padi Gogo, Reguler, Optimasi Lahan (Oplah), dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Kegiatan yang berlangsung di Aula BRMP Papua tersebut dilaksanakan secara hibrid dan diikuti oleh perwakilan dinas terkait dari Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. Peserta yang hadir mencakup kepala dinas dan perwakilan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, penyuluh pertanian, serta admin data aplikasi SiPDPS.
Rapat Koordinasi diawali dengan sambutan sekaligus membuka kegiatan rakor oleh Dr. Aser Rouw, SP., M.Si, selaku Kepala BRMP sekaligus Penanggung Jawab LTT Provinsi Papua. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar pihak terkait, pencapaian target produksi dan luas tanam padi, evaluasi dan verifikasi data lapangan, serta penegasan mengenai dasar kegiatan dan tujuan rapat koordinasi.
“Dasar kegiatan ini adalah mencermati kinerja empat provinsi hingga Agustus 2025 sekaligus menampung masukan dinas terkait dan para penyuluh pertanian dalam mencapai target LTT tahun 2025. Tujuan rakor ini, selain mendukung optimalisasi irigasi, juga memastikan pengawalan luas tambah tanam agar target tercapai, serta mendorong daerah zona merah dan kuning menuju hijau demi swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Setelah memberikan arahan, beliau melanjutkan dengan memaparkan Laporan Kebijakan Program LTT Padi yang meliputi empat wilayah, yaitu Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan tahun 2025.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah materi dari berbagai instansi terkait. Perwakilan Aster Kodam Cenderawasih menyampaikan materi mengenai pendampingan program LTT padi oleh TNI. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang hadir secara daring membawakan materi mengenai integrasi sistem SiPDPS. Pada sesi ini, tidak hanya dijelaskan secara konseptual, tetapi juga dilakukan simulasi teknis yang dipandu langsung oleh Dirjen TP secara daring dengan pendampingan penyuluh BRMP Papua di lokasi.
Isu infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua melalui pemaparan Kepala BWS Papua, Dave H. I. Muchaimin, S.T., M.Eng., S.C., yang diwakili oleh Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Papua, Mohammad Fauzi, ST. MT. Ia menyampaikan rencana serta langkah-langkah perbaikan irigasi guna mendukung kelancaran produksi pangan. Adapun Daerah Irigasi kewenangan BWS Papua mencakup Provinsi Papua dan Papua Tengah.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua turut memberikan materi secara daring terkait statistik dan data pertanian sebagai acuan penting dalam perencanaan maupun evaluasi program. Sebagai penutup sesi materi, Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP, selaku Penanggung Jawab LTT Provinsi Papua Selatan, menyampaikan progress LTT Padi di Papua Selatan Tahun 2025.
Menutup rangkaian kegiatan, dilakukan diskusi interaktif antara peserta dan para pemateri. Dalam sesi ini, berbagai tantangan dan kendala di lapangan dibahas secara terbuka, mulai dari keterbatasan infrastruktur, dukungan teknis, hingga kebutuhan koordinasi lintas sektor. Melalui komunikasi dua arah tersebut, diperoleh sejumlah rekomendasi sebagai langkah tindak lanjut dalam rangka memperkuat sinergi dan memastikan keberhasilan program Strategis Swasembada Pangan Nasional 2025.