Perkuat Kompetensi Pertanian, Siswa SMKS St. Yosef Nasaret Tuntaskan Prakerin di BRMP Papua
Sentani, 23 Oktober 2026 – Setelah menjalani kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama tiga bulan sejak Juli 2026, empat siswa SMKS St. Yosef Nasaret Kemaritiman Sentani, Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, resmi mengakhiri masa magang di BRMP Papua. Penarikan siswa dilaksanakan oleh pihak sekolah pada Jumat (23/10), menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran dan praktik lapangan yang telah diikuti para siswa.
Selama mengikuti Prakerin, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui pembelajaran teori yang dipadukan dengan praktik langsung di lapangan. Salah satu kegiatan utama yang diikuti adalah praktik teknik budidaya tanaman sayuran, mulai dari persemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga panen. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai tahapan budidaya serta pentingnya penerapan teknik yang tepat dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Selain budidaya sayuran secara konvensional, para siswa juga mendapatkan materi pengenalan teknologi hidroponik sebagai salah satu alternatif sistem budidaya tanaman sayuran tanpa menggunakan tanah. Melalui pembelajaran ini, siswa diperkenalkan dengan prinsip dasar hidroponik, penggunaan larutan nutrisi, serta pemanfaatan teknologi budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas.
Para siswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai hama dan penyakit tanaman, meliputi pengenalan organisme pengganggu tanaman (OPT), gejala serangan, serta prinsip dasar pengendaliannya. Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya pengamatan kondisi tanaman dan pengelolaan hama serta penyakit dalam menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.
Selain itu, para siswa diperkenalkan dengan pemanfaatan limbah pertanian melalui praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar limbah pisang. Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai pengolahan bahan organik menjadi produk yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian.
Pengalaman belajar siswa juga diperluas melalui kegiatan lapangan pada komoditas padi. Para siswa berkesempatan turun langsung ke areal persawahan untuk mengamati kondisi pertanaman serta terlibat dalam kegiatan penanganan pascapanen padi. Keterlibatan ini memberikan pemahaman mengenai proses produksi pertanian, tidak hanya pada tahap budidaya, tetapi juga penanganan hasil setelah panen.
Seluruh kegiatan praktik tersebut didukung dengan pembekalan materi teori yang relevan, sehingga siswa tidak hanya memahami tahapan kegiatan, tetapi juga dasar pengetahuan yang melandasi penerapannya di lapangan. Pengalaman ini sekaligus menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja.
Mengakhiri rangkaian kegiatan Prakerin, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRMP Papua atas kesempatan, pendampingan, serta ilmu dan pengalaman yang telah diberikan kepada para siswa. Pihak sekolah menilai bahwa kegiatan ini memberikan nilai tambah yang sangat berarti karena siswa memperoleh pengalaman praktik dan pemahaman mengenai kondisi nyata di lapangan yang belum sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di sekolah.
Pihak sekolah juga menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin dengan BRMP Papua dapat terus berlanjut pada masa mendatang, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi dan keterampilan siswa melalui kegiatan pembelajaran berbasis praktik di dunia kerja.
Melalui program Prakerin, BRMP Papua turut berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian, khususnya generasi muda yang memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan instansi pemerintah ini diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda pertanian yang kompeten, terampil, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan pertanian di Papua.