Delegasi Indonesia Belajar Pertanian Cerdas Berbasis AI di Nanning
Nanning, 24 Oktober 2026 – Dr. Aser Rouw, yang mewakili Kementerian Pertanian RI sebagai delegasi Indonesia, bersama peserta ASEAN-China Digital Agriculture Forum dan Seminar Lancang-Mekong 2026 berkesempatan melihat langsung praktik pertanian modern di Nanning, Guangxi. Kunjungan diawali ke Bagui Tianyuan (八桂田园), kawasan agrowisata dan edukasi yang juga menjadi tempat belajar mahasiswa setempat. Kawasan ini mengoleksi padi hibrida F1 dan beragam buah tropis, serta menerapkan perangkap lalat buah berbasis feromon seks untuk menekan hama tanpa menyentuh tanaman. Peserta juga melihat model perikanan modern dengan pengelolaan air limbah yang menerapkan prinsip zero waste. Air bekas pemeliharaan ikan diolah kembali dan dipakai ulang untuk budidaya ikan, sehingga hemat air dan ramah lingkungan.
Kunjungan dilanjutkan ke Maiyue Technology (迈越科技), perusahaan kecerdasan buatan asal Nanning yang berdiri sejak 2003 dan tercatat di Bursa Efek Hong Kong. Perusahaan ini memiliki lima pusat riset dan pengembangan, serta berfokus pada pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pertanian. Di sini peserta mencoba kacamata AI buatan Maiyue yang membantu komunikasi lintas bahasa secara langsung.
Di bidang pertanian, Maiyue memperkenalkan platform AI yang dapat mendiagnosis penyakit tanaman dari foto atau gambar yang diambil di lapangan. Dalam demonstrasi, sistem mengenali penyakit blas daun padi dengan tingkat keyakinan 94,6 persen. Platform kemudian menganalisis tingkat keparahan dan risiko penyebarannya, lalu memberikan rekomendasi pengendalian. Pengguna juga dapat langsung berkonsultasi dengan pakar melalui fitur konsultasi ahli. Platform ini dilengkapi dasbor pemantauan yang memadukan data cuaca, lampu perangkap hama, dan sensor tanah.
Kunjungan ini memberi gambaran nyata tentang integrasi pertanian dan perikanan ramah lingkungan, teknologi digital, dan AI dalam sistem pangan modern. Pengalaman ini dinilai relevan untuk diadaptasi di Indonesia. Beberapa yang potensial dikembangkan antara lain komoditas buah tropis, budidaya ikan dengan daur ulang air, deteksi dini hama dan penyakit padi berbasis foto, serta pendampingan petani melalui konsultasi jarak jauh.