Pemeriksaan Fase Vegetatif Tanaman Padi, BRMP Papua Gandeng BPSB Kawal Mutu Benih Inpari 42
Keerom, 12 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Papua melakukan turun lapangan guna melakukan pemeriksaan fase vegetatif pertanaman padi di Kampung Yammua, Arso Barat, Kabupaten Keerom.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pertanaman padi sejak awal pertumbuhan, memastikan tanaman berkembang dengan baik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan produksi benih padi varietas Inpari 42. Pemeriksaan juga mencakup kondisi lahan, ketersediaan sumber air, dan potensi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta petani. Pelaksanaan diawali dengan diskusi bersama petani mengenai pertumbuhan tanaman padi di lapangan. Setelah itu, tim turun langsung ke petak sawah untuk memeriksa kondisi tanaman padi fase vegetatif umur 30 hari setelah tanam (HST).
Dalam pemeriksaan lapangan, tim menilai pertumbuhan tanaman, keseragaman pertanaman, kondisi lahan, serta mengidentifikasi keberadaan OPT pada tanaman padi. Tim juga melakukan pengecekan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk memastikan ketersediaan air yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Sebagai bagian dari administrasi pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen fase vegetatif oleh petani. Melalui kegiatan ini, BRMP Papua bersama BPSB berupaya memastikan pertanaman padi Inpari 42 tumbuh optimal dan memenuhi standar dalam mendukung produksi benih padi bermutu di Papua.