“OPTIMALKAN LAHAN GARUNGGAT, KAMPUNG KALIKI MEMINTA DUKUNGAN BSIP PAPUA”
Pasca pemekaran wilayah di Papua, Kabupaten Merauke sebagai sentra pangan di Papua Selatan semakin memacu upaya peningkatan produksi pangan. Daerah tersebut memiliki potensi lahan yang sangat luas, dan membutuhkan sentuhan inovasi pertanian dalam pemanfaatan lahan.
Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat di Kampung Kaliki Distrik Kurik, melalui pemerintah Kampung Kaliki mengajukan usulan optimalisasi lahan seluas 200 ha kepada Pemerintah Kabupaten Merauke. Usulan tersebut merupakan hasil musyawarah petani di kelompok tani Garunggat. Optimalisasi lahan yang diusulkan berupa penyediaan long storage sebagai empat penyimpanan cadangan air pada musim kemarau, penataan saluran air sekunder ke lahan, serta bantuan mekanisasi. Selain itu diharapkan juga pendampingan dalam penerapan inovasi pertanian sebagai upaya memaksimalkan potensi produksi lahan, serta pertanian organik yang berkelanjutan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Merauke sebagai dinas yang ditugaskan dalam pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan di Kampung Kaliki melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan BSIP Papua, melalui IP2SIP (Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian) yang berkantor di Merauke, pada selasa (12/09), hadir Ir. Bambang selaku kepala bidang Perencanaan Wilayah, dan diterima oleh Kepala IPSIP Merauke Frans Palobo, S.P., M.Si., di kantor IP2SIP Merauke.
Dalam pertemuan tersebut Bambang menyampaikan rencana optimalisasi lahan di Kampung Kaliki, dan meminta saran serta dukungan inovasi pertanian yang dapat diterapkan pada skala lapangan. Menanggapi hal tersebut, Frans menyampaikan bahwa pada prinsipnya BSIP siap membantu pemerintah Merauke khususnya pada sektor pertanian sesuai dengan tugas dan fungsi institusi. Lebih jauh Frans menjelaskan, bahwa penanganan lahan untuk pertanian harus mempertimbangkan banyak aspek, kondisi tanah dan air, dinamika hama dan penyakit, serta ketersediaan tanaga kerja.
Kampung Kaliki merupakan salah satu kampung yang mayoritas warganya adalah orang asli Papua. Keberhasilan optimalisasi lahan yang diusulkan oleh masyarakat akan berdampak pada kemampuan daerah menghasilkan pangan secara mandiri dan peningkatan pendapatan keluarga petani (SS).