Direktur Wilayah Papua Pantau Lokasi CSR di Koya Timur dan Arso 11
Jayapura, 7 Mei 2026 — Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua yang juga menjabat sebagai Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw, SP., M.Si melakukan pemantauan langsung ke lokasi CSR di Koya Timur, Kota Jayapura dan Arso 11 Ifia-fia, Kabupaten Keerom. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Tim BRMP Papua guna memastikan progres pengembangan areal pertanian dan kesiapan sarana pendukung di lapangan.
Dalam pemantauan tersebut, Direktur Wilayah Papua meninjau kondisi irigasi, perkembangan olah lahan, hingga kendala teknis yang masih dihadapi petani dalam mendukung percepatan tanam padi di wilayah Papua.
Di kawasan Koya Timur, tim menemukan distribusi air irigasi belum berjalan optimal meskipun debit air tersedia cukup melimpah. Sejumlah petakan sawah belum mendapatkan pasokan air akibat kondisi kemiringan lahan serta jalur irigasi yang mengalami pendangkalan dan membutuhkan pengerukan.
Kondisi tersebut turut berdampak pada proses pengolahan lahan yang hingga kini masih terkendala karena air belum dapat masuk secara merata ke petakan sawah. Selain itu, kerusakan pada sejumlah alat mesin pertanian juga menjadi hambatan dalam percepatan pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, program CSR di wilayah tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Sejumlah hamparan padi di Koya Timur dilaporkan sudah mulai menguning. Hal ini menjadi indikator bahwa pemanfaatan lahan dan pendampingan pertanian mulai berjalan fungsional serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan pertanian di kawasan tersebut.
Sementara di lokasi Arso 11 Ifia-fia, aktivitas olah lahan masih terus berlangsung. Beberapa areal yang sebelumnya telah selesai diolah kini sudah mulai ditanami padi oleh petani.
Dari hasil pemantauan lapangan, BRMP Papua menilai perlunya pembangunan embung sebagai upaya menjaga ketersediaan cadangan air bagi areal persawahan, khususnya untuk mengantisipasi kebutuhan air saat musim tanam berlangsung.
BRMP Papua terus mendorong penerapan modernisasi pertanian melalui penguatan serta pendampingan lapangan guna meningkatkan produktivitas pertanian di Tanah Papua.