Direktur Wilayah Papua Dampingi Monitoring CSR dan Brigade Pangan Koya Timur
Jayapura, 11 Mei 2026 — Peninjauan lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di wilayah Koya Timur menjadi bagian dari rangkaian monitoring program strategis pertanian yang dipimpin Tenaga Ahli Menteri Bidang Penguatan Kelembagaan Pengembangan Lahan Pertanian Rawa, Dr. I Gusti Made Subiksa, bersama sejumlah pemangku kepentingan pertanian di Papua.
Kegiatan turut dihadiri Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave H. I. Muchaimin, S.T., M.Eng., SC., Direktur Polbangtan Manokwari, Dr. Oeng Anwarudin, S.Pt., M.Si., perwakilan Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh. Tri Juwianto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, Kabid PSP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Brigade Pangan Bendung Tami.
Dalam peninjauan tersebut, Dr. I Gusti Made Subiksa melihat langsung kondisi lahan CSR yang telah ditanami dan dinilai memiliki potensi pengembangan yang baik. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada kondisi jaringan irigasi dan saluran air di lokasi CSR bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, termasuk memastikan aliran air dari saluran sekunder dapat mengalir optimal menuju lahan pertanian masyarakat.
Selain itu, Tenaga Ahli Menteri turut berdiskusi dengan Kabid PSP terkait sejumlah kendala pengusulan SIPURI serta berbagai tantangan teknis dalam pengembangan kawasan CSR di Koya Timur. Pada kesempatan tersebut, tim juga bertemu dengan Brigade Pangan Bendung Tami yang saat ini beranggotakan 15 orang. Manager Brigade Pangan Bendung Tami, Rahman, menyampaikan bahwa Brigade Pangan tersebut baru terbentuk sehingga belum sepenuhnya operasional dan masih menghadapi keterbatasan dukungan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Menanggapi hal tersebut, Dr. I Gusti Made Subiksa memberikan motivasi kepada anggota Brigade Pangan agar tetap menjaga semangat sebagai modal awal dalam pengembangan kelembagaan pertanian di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketertiban dalam pemeliharaan alat pertanian agar bantuan yang nantinya diterima dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, Tenaga Ahli Menteri meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, beserta jajaran terkait untuk turut memfasilitasi dan mendampingi Brigade Pangan Bendung Tami agar dapat berkembang dan mendukung percepatan program pertanian di wilayah Koya Timur.