BRMP Papua Hadiri Pembentukan Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia Kab. Sarmi
Sarmi, 30 Juli 2025 — Dengan semakin berkembangnya program Perhutanan Sosial di Kabupaten Sarmi, kebutuhan untuk memperkuat jaringan serta memperluas keterlibatan perempuan dan pemuda dalam pengelolaan hutan secara lestari dan berkelanjutan menjadi semakin penting.
Menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Wahana Sarmi Sejahtera (YWSS) dengan dukungan dari The Asia Foundation melalui program PAPPEDA 4 mendorong pembentukan Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) di Kabupaten Sarmi. Forum ini hadir sebagai respon terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi oleh perempuan dan generasi muda dalam keterlibatan mereka pada sektor pengelolaan hutan.
Rabu (30/07) telah dilaksanakan forum pembentukan FP3HI di Hotel Damar, Sawar, Kabupaten Sarmi. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kab. Sarmi Bapak Dominggus Catue, S. KM., M.Kes. beserta jajarannya, Direktur YWSS Bapak Ahmadi, Bapak Daniel dari The Asia Foundation, perwakilan BRMP Papua, Balai Perhutanan Sosial Papua, perwakilan Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua, DKLH Kab. Sarmi, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kab. Sarmi, Dinas Pertanian Kab. Sarmi, dan Aktivis Perempuan Kampung di 6 Distrik Kab. Sarmi.
Bapak Bupati Kab. Sarmi memberikan sambutan sekaligus membuka forum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam menjaga dan mengelola hutan lindung yang ada di Kab. Sarmi. Harapannya bagi pengurus FP3HI yang telah dibentuk, dapat menjadi jembatan bagi para kaum perempuan di Kab. Sarmi dalam menjaga dan mengelola hutan lindung agar tetap lestari.
Dalam kesempatan ini, Ghalih Priyo Dominanto, S.Pt, MP mewakili Kepala BRMP Papua menyerahkan secara simbolis benih padi Inpago 13 Fortiz kepada Bapak Bupati Kab. Sarmi, yang selanjutnya diserahkan kepada kelompok Tani Nikrem Kampung Nengke II, yang merupakan salah satu Poktan Penerima Bantuan Pemerintah pada Kegiatan Budidaya Padi Lahan Kering Kementerian Pertanian di Kabupaten Sarmi. Benih ini nantinya akan ditanam saat dilakukan tanam bersama pada hari Kamis 31 Juli 2025 di Kampung Nengke II Distrik Pantai Timur Barat. Inpago 13 Fortiz merupakan padi lahan kering yang memiliki keunggulan khusus yaitu memiliki kandungan Zinc 34 ppm pada beras pecah kulit dan kandungan protein 9.83% yang lebih tinggi dari protein beras pada umumnya. Dengan pemberian benih ini, Sarmi sebagai wilayah agraris diharapkan dapat menjadi wilayah dan pengembang benih lokal mandiri sehingga dapat membantu menopang kebutuhan benih padi di Kabupaten Sarmi dan juga Provinsi Papua, serta diharapkan dapat berkontribusi terhadap tercapainya Program Swasembada Pangan Nasional.