Evaluasi Cetak Sawah TA 2025: Sinergi Dorong Kemajuan Pertanian Papua
Sentani, 20 Januari 2026 — Bertempat di Aula BRMP Papua, Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Papua.
Rakor dihadiri unsur pengawas, tim teknis perangkat daerah, penyedia/kontraktor, tim SID, serta pihak dokumen lingkungan dari empat wilayah, yaitu Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penyelesaian program CSR sekaligus mempersiapkan pelaksanaan CSR TA 2026.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua membuka kegiatan dengan arahan terkait perlunya percepatan progres CSR di lapangan. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan CSR perlu mengikuti kebijakan yang telah diarahkan Wakil Gubernur Papua agar sektor pangan Papua terus maju dan tidak tertinggal dibandingkan daerah lain, seiring terobosan dan arahan Menteri Pertanian yang mendorong percepatan pembangunan pangan nasional.
Evaluasi dan diskusi teknis dipimpin oleh Plt. Kepala BRMP Papua selaku pimpinan rapat. Dalam arahannya, Plt. Kepala BRMP Papua menekankan bahwa Papua memiliki dua tanggung jawab strategis, yakni menyelesaikan CSR TA 2025 dan secara paralel mempersiapkan CSR TA 2026. “Dua tahap ini perlu berjalan simultan untuk percepatan di lapangan,” ujarnya. Plt. Kepala BRMP Papua juga menjelaskan terbentuknya satker baru di Papua serta pemanfaatan penyuluh dengan coworking space (CWS) di BRMP Papua sebagai bagian dari koordinasi teknis dengan dinas daerah.
Dalam sesi evaluasi, BRMP Papua memaparkan capaian pelaksanaan pada empat wilayah meliputi target luasan, realisasi land clearing (LC), land leveling (LL), serta olah lahan lengkap dengan kebutuhan alat, jumlah hari kerja, dan jam kerja. Peserta menyampaikan kendala lapangan dan usulan dukungan teknis sebagai bagian dari penajaman perencanaan.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana monitoring dan evaluasi sarana prasarana (alsintan) di lapangan. Plt. Kepala BRMP Papua menegaskan pentingnya penerapan perencanaan harian untuk memastikan ritme kerja tetap terukur. “Perencanaan harian adalah kunci disiplin lapangan. Tanpa itu, sulit memastikan percepatan,” ujar Plt. Kepala BRMP Papua dalam sesi evaluasi.
Program CSR merupakan program strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui kegiatan evaluasi ini, BRMP Papua bersama Dinas Pertanian Provinsi Papua berharap pelaksanaan CSR dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi serta kemandirian pangan daerah.