BRMP Papua Dampingi Sertifikasi Padi Lokal Papua Pengunungan
Jayawijaya, 12 Desember 2025 - Sertifikasi padi lokal Papua Pegunungan dengan ketinggian tempat di atas 1.700 mdpl sangat penting untuk mendukung program cetak sawah rakyat (CSR). Sertifikasi padi lokal ini menjamin mutu benih padi yang digunakan serta sesuai kearifan lokal masyarakat setempat dan mampu beradaptasi di wilayah CSR Papua Pegunungan.
Salah satu kendala belum ditanaminya CSR di Provinsi Papua Pegunungan adalah tidak adanya benih padi lokal yang tersertifikasi sehingga BRMP Papua dan BPSB Provinsi Papua melakukan pendampingan untuk sertifikasi benih padi lokal yang mengacu pada Keputusan DirJen TP Kementan Nomor: 8/HK.310/C/1/2025 tentang Standar Operasional Prosedur Sertifikasi Benih Padi Inbrida Varietas Lokal
Hasil Pemeriksaan Lapang PBT BPSB Provinsi Papua di tiga lokasi dengan 2 dua varietas lokal yang akan disertifikasi dinyatakan lulus tahap seleksi lapangan. Selanjutnya, akan dilakukan pengujian laboratorium yang merupakan tahap akhir sebelum dikeluarkan label sertifikasi benih padi lokal.
Kedua varietas lokal ini telah beradaptasi sejak tahun 1970 yang dibawa oleh masyarakat Toraja yang datang ke Wamena dan pemberian staf LIPI yang bertugas di Wamena pada tahun 1982. Varietas-varietas tersebut dapat tumbuh dan berproduksi baik melalui sistem budidaya padi organik dengan mengandalkan alam Papua Pegunungan yang sangat subur. Benar adanya Provinsi Papua Pegunungan merupakan "Surga kecil yang jatuh ke bumi sebagai permata alam yang tak ternilai dan titipan untuk dijaga"
Dengan adanya sertifikasi padi lokal, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap benih padi yang digunakan, sehingga dapat meningkatkan produksi padi nasional dan mendukung program CSR di Provinsi Papua Pegunungan