Satukan Langkah, BRMP Papua Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Papua TA 2026
Sentani, 9 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua hadir dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Papua Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian. Rakor berlangsung secara hybrid di Aula BRMP Papua dan dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, unit pelaksana teknis, pemerintah daerah, penanggung jawab kegiatan, penyuluh pertanian, serta mitra terkait.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Pertanian Nomor 166/Kpts./PW.020/M/02/2026 tentang Penanggung Jawab Provinsi dan Kabupaten/Kota pada Kegiatan Swasembada Pangan Berkelanjutan Tahun 2026. Pertemuan menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi capaian, menyampaikan kondisi nyata di lapangan, serta menyelaraskan langkah percepatan swasembada pangan di Provinsi Papua.
Kegiatan diawali dengan arahan Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unit pelaksana teknis, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya. Kesamaan data dan pemahaman terhadap kondisi lapangan menjadi dasar dalam menentukan dukungan dan intervensi yang tepat sasaran.
Selanjutnya, Kepala BRMP Papua selaku Direktur Wilayah Papua memaparkan perkembangan pelaksanaan swasembada pangan berkelanjutan, meliputi capaian luas tambah tanam padi reguler dan padi gogo, pendampingan penyuluh, ketersediaan benih, serta perkembangan CPCL. Termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Jayapura kemudian menyampaikan dukungan pengelolaan lahan, SID, serta pengembangan irigasi tersier. Pelaksanaan kegiatan perlu memperhatikan kesesuaian antara dokumen perencanaan dan kondisi fisik lapangan, spesifikasi teknis, pengawasan konstruksi, serta kelengkapan dokumentasi dan pelaporan.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua juga hadir dan memaparkan dukungan infrastruktur sumber daya air melalui pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi jaringan irigasi utama, jaringan tersier, serta jaringan irigasi air tanah. Dukungan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan air dan meningkatkan produktivitas kawasan pertanian.
Direktur Polbangtan Manokwari selanjutnya menyampaikan perkembangan Brigade Pangan dan dukungannya terhadap program cetak sawah. Pembahasan meliputi kesiapan sumber daya manusia serta kelembagaan petani. Direktorat Serealia Kementerian Pertanian secara daring memaparkan progres bantuan benih padi di Provinsi Papua.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif. Penanggung jawab kegiatan serta penyuluh menyampaikan kondisi riil di lapangan. Hasil pertemuan akan ditindaklanjuti melalui penanganan teknis di lapangan serta sinkronisasi data antar pemangku kepentingan.
Menutup kegiatan, Kepala BRMP Papua menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kebersamaan seluruh pihak. “Kalau kita tidak bergandeng tangan, perjalanan ini akan terasa berat. Namun, apabila kita menyelaraskan langkah, menyatukan data, dan bekerja bersama sesuai peran masing-masing, maka berbagai tantangan di lapangan akan lebih mudah kita selesaikan dan tujuan swasembada pangan dapat kita capai bersama,” tegasnya.