Petani OAP Kepulauan Yapen Ikuti Sekolah Lapang Budidaya Padi Sawah di Kampung Wabuayar
Serui – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Sekolah Lapang (SL) Budidaya Padi Sawah di Kampung Wabuayar, Distrik Teluk Ampimoi, pada 2–24 November 2026. Kegiatan ini diikuti 25 petani Orang Asli Papua (OAP) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jefry Max Boy Manderi, S.E., M.H.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Penanggung Jawab Kegiatan, Delila E. Ruamba, S.P.T., Kepala Bidang Sumber Daya Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia menyampaikan bahwa SL ini dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan sesuai materi, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani OAP dalam budidaya padi sawah melalui pembelajaran langsung di lahan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Jefry Max Boy Manderi berharap para peserta SL Padi dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin agar kemampuan budidaya padi meningkat. Dengan begitu, petani dapat menghasilkan beras sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan ekonomi keluarga petani OAP di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Narasumber kegiatan ini adalah Merlin K. Rumbarar, S.P., M.Sc., Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Kabupaten Kepulauan Yapen sesuai SK Swasembada Kementerian Pertanian. Dalam 12 pertemuan tersebut, peserta mempelajari teknologi budidaya padi anjuran Kementerian Pertanian secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan benih, tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama-penyakit terpadu sampai panen, sambil mempraktikkannya langsung di lahan demplot. Pada kesempatan ini, BRMP Papua juga memberikan bantuan benih varietas unggul baru (VUB) padi Inpago 13 Fortiz sebanyak 5 kg, yang adaptif pada lahan dan iklim kering.