Menuju Kedaulatan Pangan: Bawang Merah Segera Dipanen di Kota Jayapura
Jayapura, 22 Juni 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melakukan peninjauan langsung pada kegiatan penangkaran benih sumber bawang merah spesifik lokasi Papua di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pendampingan dan pengawalan pertanaman bawang merah yang dikembangkan untuk mendukung ketersediaan benih bermutu dan adaptif terhadap kondisi agroekosistem Papua. Penangkaran benih sumber ini menjadi salah satu upaya BRMP Papua dalam mendorong penerapan teknologi budidaya hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah Papua.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kondisi pertanaman bawang merah menunjukkan pertumbuhan yang baik dan saat ini dipastikan telah memasuki fase masak fisiologis. Panen bawang merah secara masak fisiologis merupakan penentuan waktu panen yang paling tepat, ditandai dengan berhentinya pertumbuhan umbi secara vegetatif sehingga mampu menghasilkan kualitas simpan (shelf-life) terbaik untuk dijadikan benih. Mengingat penanaman perdana dilakukan pada 28 April 2026, umur tanaman saat ini telah mencapai kriteria panen ideal, yakni berkisar antara 55 hingga 60 Hari Setelah Tanam (HST).
Tanda-tanda masak fisiologis tersebut terlihat sangat jelas. Secara visual, sekitar 60 hingga 80 persen daun tanaman telah rebah dan menguning atau mulai mengering. Selain itu, umbi yang terbentuk di bedengan sudah tampak padat dan berisi. Kulit terluar umbi juga mulai mengering dan telah memancarkan warna merah keunguan yang menjadi ciri khas bawang merah yang matang secara sempurna.
Dalam budidaya hortikultura untuk tujuan perbenihan, pencapaian fase masak fisiologis ini sangat penting untuk diperhatikan. Waktu panen yang tepat akan sangat berpengaruh positif terhadap mutu benih, daya simpan umbi, serta tingkat kemampuan tumbuh (vigor) benih pada musim tanam berikutnya. Mempertimbangkan kondisi tanaman di lapangan yang sudah sangat ideal tersebut, proses pemanenan direncanakan akan segera dilaksanakan pada pekan ini.
Melalui kegiatan ini, BRMP Papua terus berkomitmen mendukung pengembangan benih bawang merah spesifik lokasi Papua. Penangkaran benih sumber diharapkan dapat mengurangi ketergantungan benih dari luar daerah, memperkuat ketersediaan benih lokal, serta meningkatkan produktivitas hortikultura di Papua.