Gelar Rapat Lintas Instansi, BRMP Papua Review Hasil SID Cetak Sawah
Sentani, 24 Juli 2026 – Dalam rangka memperkuat koordinasi pelaksanaan Survey Investigasi dan Desain (SID) pada Calon Lahan Cetak Sawah di Provinsi Papua, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menggelar diskusi bersama BPLIP Kelas I Jayapura, Dinas Pertanian Provinsi Papua, Dinas PU Provinsi Papua, DKLH Papua, BPKH Wilayah X Jayapura, Kantor Wilayah ATR/BPN Papua, BWS Papua, Bapperida Papua, Dinas Pertanian Kab. Keerom dan Kota Jayapura, serta PPL. Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan BRMP Papua pada Jumat (24/7).
Rapat dibuka oleh Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si, yang menekankan pentingnya forum koordinasi yang dilaksanakan secara berkala. Menurutnya, komunikasi yang intensif antarinstansi menjadi kunci agar setiap perkembangan di lapangan dapat dikonfirmasi bersama sehingga menghasilkan informasi yang komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua menegaskan bahwa pelaksanaan SID diarahkan pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi pengembangan sistem irigasi. Ketersediaan sumber air menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan prioritas calon lokasi pengembangan sawah sehingga keberlanjutan budidaya dapat lebih terjamin.
Dalam kesempatan tersebut, Tim SID Universitas Papua memaparkan perkembangan pelaksanaan SID di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa proses identifikasi mencakup evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi, kondisi eksisting lahan, serta faktor-faktor yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan pertanian. Selain itu, tim juga telah menyusun rekomendasi teknis sebagai bagian dari hasil kajian lapangan untuk mendukung keberhasilan budidaya pada tahap implementasi.
Berbagai masukan dari instansi teknis turut mengemuka dalam rapat, terutama mengenai pentingnya sinkronisasi data spasial, penyelarasan dengan dokumen tata ruang, kesiapan infrastruktur pendukung, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Seluruh peserta juga sepakat bahwa perencanaan pengembangan cetak sawah perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek sumber daya air, kesiapan lahan, serta dukungan pemerintah daerah.
Melalui rapat koordinasi ini, BRMP Papua berharap sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga pelaksanaan program pengembangan pertanian di Papua dapat berlangsung lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat bagi peningkatan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.