Evaluasi CSR Papua: Progres Pengembangan Sawah Capai Sekitar 900 Hektare
Sentani, 6 Maret 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menyelenggarakan Rapat Evaluasi Progress Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Provinsi Papua secara hybrid di Aula BRMP Papua. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum koordinasi untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program sekaligus mendorong percepatan pengembangan lahan sawah baru di wilayah Papua.
Rapat dipimpin oleh Kepala BRMP Papua Dr. Aser Rouw dan dihadiri oleh Direktur Pemetaan LIP Kementerian Pertanian, Kepala BPLIP Kelas I Jayapura, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, dan Kota Jayapura, perwakilan perangkat daerah terkait, tim penyusun studi SID dan lingkungan dari Universitas Cenderawasih, serta tim teknis BRMP Papua.
Dalam arahannya, Direktur Pemetaan LIP Kementerian Pertanian, Dr. Andy Wijanarko, menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan lahan yang telah selesai diolah agar dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Ia juga mendorong agar dokumen perencanaan teknis yang telah selesai dapat segera ditindaklanjuti ke tahap pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Kepala BPLIP Dr. Tri Haryadi menekankan perlunya percepatan pengolahan lahan guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mengawal pelaksanaan program sehingga kegiatan dapat berjalan secara optimal di lapangan.
Dalam rapat tersebut disampaikan perkembangan pelaksanaan program cetak sawah rakyat di Provinsi Papua. Berdasarkan hasil evaluasi, dari target pengembangan sawah seluas 1.000 hektare, capaian kegiatan hingga saat ini telah mencapai sekitar 900 hektare.
Beberapa wilayah menunjukkan perkembangan positif dalam pelaksanaan kegiatan. Di Kabupaten Sarmi, pengembangan sawah tercatat mencapai sekitar 640 hektare, sementara di Kota Jayapura direncanakan pengembangan sawah seluas 100 hektare dengan proses pengolahan lahan yang terus berjalan.
Selain memaparkan progres kegiatan, rapat juga menjadi forum pembahasan berbagai aspek teknis pelaksanaan program, termasuk koordinasi antarinstansi, dukungan sarana dan prasarana pertanian, serta percepatan penyelesaian dokumen pendukung kegiatan.
Melalui rapat evaluasi ini, seluruh pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan mendorong percepatan penyelesaian tahapan pekerjaan yang masih berjalan sehingga lahan yang telah dikembangkan dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan tanam.
Program cetak sawah rakyat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan luas lahan pertanian produktif sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di wilayah Papua.