Dorong Pertanian Modern Papua, TAM Tinjau Program PM-AAS & Mandiri Benih
Jayapura, 29 Juni 2026 – Tenaga Ahli Menteri (TAM) Bidang Penguatan Kelembagaan Pengembangan Lahan Pertanian Rawa, Dr. I Gusti Made Subiksa, melakukan kunjungan lapangan ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua di Kota Jayapura, Senin (29/6). Kunjungan tersebut didampingi oleh Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., serta jajaran BRMP Papua dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) serta kegiatan Mandiri Benih yang saat ini dikembangkan di wilayah kerja BRMP Papua.
Peninjauan diawali di Koya Timur, di mana petani tengah melaksanakan penanaman bibit padi varietas Inpari 42 dalam rangka produksi benih mandiri. Di lokasi tersebut, TAM berdialog langsung dengan petani dan penyuluh mengenai berbagai aspek budidaya, mulai dari penguatan Brigade Pangan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), sistem pengairan, perkembangan gulma, penggunaan pupuk dan herbisida, hingga penerapan teknologi pertanian di lapangan.
Dalam tinjauannya, Dr. I Gusti Made Subiksa menekankan pentingnya pengendalian gulma sejak dini agar tidak berkembang lebih luas dan berdampak pada peningkatan penggunaan herbisida. Ia juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi bagian utama dalam pengelolaan lahan.
“Gulmanya jangan dibiarkan sampai tinggi. Kalau sudah terlambat, penggunaan herbisida akan semakin banyak. Pengendalian harus dilakukan tuntas dan pencegahan perlu diperkuat,” ujarnya.
Selain itu, ia turut mendorong petani untuk lebih terbuka terhadap pemanfaatan teknologi pertanian yang terus berkembang guna mendukung efisiensi dan peningkatan produktivitas usaha tani.
“Teknologi terus berkembang. Jangan ragu untuk mencoba dan menerapkannya karena tujuannya adalah membantu petani bekerja lebih efektif dan meningkatkan hasil produksi,” tambahnya.
Usai dari Koya Timur, rombongan melanjutkan peninjauan ke Koya Barat untuk melihat pertanaman bawang merah yang merupakan bagian dari kegiatan Mandiri Benih BRMP Papua. Tanaman tersebut telah dipanen pada 24 Juni 2026 dan saat ini memasuki tahap pasca panen.
Di lokasi yang sama, petani juga tengah melakukan pengeringan bawang merah varietas lain yang dibudidayakan untuk tujuan konsumsi. Dalam dialog bersama petani, TAM menegaskan bahwa perbedaan tujuan produksi akan berpengaruh pada perlakuan budidaya yang diterapkan di lapangan, sehingga perlu menjadi perhatian sejak awal agar hasil yang diperoleh sesuai dengan peruntukannya, baik sebagai benih maupun untuk konsumsi.