Dirwil Papua Dampingi Tenaga Ahli Menteri Monev Cetak Sawah Rakyat 2025 di Keerom
Keerom, 12 Mei 2026 — Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., mendampingi Tenaga Ahli Menteri Bidang Penguatan Kelembagaan Pengembangan Lahan Pertanian Rawa, Dr. I Gusti Made Subiksa, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 di Kabupaten Keerom, Papua.
Kegiatan monev dilakukan di sejumlah titik lokasi pengembangan sawah di Arso 11 dan Arso 14 Kabupaten Keerom.
Di Kampung Ifia Fia, Arso 11, rombongan meninjau lahan CSR seluas 40 hektar bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kelompok Tani Nusantara, Brigade Pangan, serta Tim Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian. Dari total luasan tersebut, sebanyak 10 hektar telah dilakukan olah tanah dan 7 hektar telah ditanami padi varietas Sintanur, Inpari, dan Mekongga.
Dalam dialog bersama petani, sejumlah kendala lapangan disampaikan, mulai dari keterbatasan alat pertanian, kebutuhan pompa air, hingga alat yang mengalami kerusakan. Petani juga berharap program CSR tidak hanya mengejar target luasan, tetapi mampu menghasilkan sawah yang benar-benar produktif dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Dr. I Gusti Made Subiksa menegaskan pentingnya pengawalan program secara menyeluruh, termasuk pemeliharaan alat, pengawasan operator, hingga pendampingan teknis kepada petani.
Ia juga memberikan berbagai arahan teknis terkait treatment lahan, penggunaan pupuk, hingga pemanfaatan herbisida untuk mendukung produktivitas sawah baru.
Pada lokasi tersebut, sistem tanam yang diterapkan terdiri atas tanam pindah dan tabela (tanam benih langsung). Ke depan, petani mengaku lebih memilih metode tabela karena dinilai lebih praktis dan efisien.
Monev kemudian dilanjutkan ke lahan CSR lainnya seluas 20 hektar di wilayah yang sama. Pada lokasi ini, lahan masih belum digarap akibat keterbatasan alat dan dukungan operasional.
Selanjutnya, rombongan bergerak ke Arso 14, Kampung Wulukubun, untuk meninjau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave H. I. Muchaimin, S.T., M.Eng., SC.
Dalam peninjauan tersebut, petani kembali menyampaikan kendala terkait alat dan operasional pertanian. TAM menyampaikan bahwa Brigade Pangan di Arso 11 nantinya akan turut mendukung kebutuhan wilayah Arso 14, termasuk dukungan peralatan.
Rombongan juga melakukan pengecekan terhadap debit air JIAT yang diketahui pernah dilakukan pengoperasian selama 24 jam nonstop. Namun demikian, TAM menyampaikan perlunya evaluasi lanjutan untuk memastikan efisiensi kebutuhan listrik dan keberlanjutan operasional di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, TAM juga meminta Direktur Wilayah Papua melakukan kajian lebih lanjut terhadap penggunaan pupuk hasil percobaan yang diterapkan petani di lokasi. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan pupuk sebelum diterapkan lebih luas di lapangan.
Menurut Dr. I Gusti Made Subiksa, setiap inovasi yang diterapkan harus benar-benar terukur agar tidak menimbulkan kerugian bagi petani. “Kita bukan tidak percaya, tetapi semua harus dikaji dengan hati-hati. Jangan sampai petani dirugikan, karena bisa jadi modal yang mereka miliki hanya itu,” ujarnya.
Masih di Arso 14, rombongan turut meninjau lahan CSR 2025 yang telah selesai dicetak pada Februari 2026 dan berhasil melaksanakan panen perdana pada Mei 2026.
Selain meninjau pelaksanaan CSR, rombongan juga melakukan kunjungan ke Balai Veteriner Jayapura. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh. Tri Juwianto, memaparkan profil balai, tugas dan fungsi, serta berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat agar berjalan optimal, berkelanjutan, dan mampu mendukung percepatan peningkatan produksi pangan di Papua.