Dari Teori ke Lahan, PPL se-Papua Raya Praktik Kenali Hama dan Penyakit Padi
Jayapura, 27 Agustus 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melanjutkan rangkaian Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit dengan kegiatan praktik lapangan pada Kamis (27/8). Memasuki hari kedua, peserta yang merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Papua Raya diajak melakukan identifikasi langsung hama dan gejala penyakit pada tanaman padi di lahan pertanian yang berlokasi di Kota Jayapura.
Kegiatan praktik lapangan ini menjadi lanjutan dari materi yang diberikan pada hari pertama, Rabu (26/8), yang membahas pentingnya pengendalian hama dan penyakit sebagai bagian dari penerapan pertanian presisi dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar. Setiap kelompok kemudian kembali terbagi untuk melakukan pengamatan dan identifikasi pada petak sawah yang berbeda. Peserta secara langsung mengamati kondisi tanaman, mengenali keberadaan hama, serta mencermati gejala penyakit yang ditemukan di lapangan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil mengenali dengan tepat sebanyak lima hama dan gejala penyakit pada tanaman padi.
Praktik secara langsung di lahan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta dalam membedakan jenis organisme pengganggu tumbuhan berdasarkan ciri dan gejala yang terlihat. Kegiatan didampingi oleh tim BRMP Papua bersama narasumber utama pelatihan, Subiadi, SP, M.Sc, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Muda dari BRMP Papua Barat. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses pengamatan dan identifikasi berjalan sesuai dengan materi yang telah diberikan sebelumnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para PPL aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta bertukar pengalaman terkait kondisi hama dan penyakit yang mereka temui dalam pendampingan petani di wilayah masing-masing.
Melalui praktik lapangan ini, BRMP Papua terus mendorong peningkatan kompetensi PPL agar mampu melakukan pengamatan dan identifikasi hama serta penyakit secara tepat. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pengendalian yang sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga penerapan pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.