BRMP Papua Lakukan Pendampingan Progres CSR dan Koordinasi Pembentukan BRMP Papua Selatan
Merauke, 27 November 2025 – Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melaksanakan rangkaian kegiatan pendampingan, monitoring, dan koordinasi terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2025 serta rencana pembentukan BRMP Papua Selatan. Kegiatan berlangsung dari tanggal 24-27 November 2025 di beberapa lokasi di Kabupaten Merauke dan Kantor Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Pendampingan Progres Cetak Sawah Rakyat (CSR)
Tim BRMP Papua melakukan pemantauan lapangan pada sejumlah distrik di Kabupaten Merauke. Berdasarkan rekap data dari Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, progres pelaksanaan CSR berjalan baik dengan hasil sebagai berikut:
Kegiatan identifikasi kelompok, pengumpulan data luas lahan, varietas, hingga perkembangan olah tanah dan tanam yaitu:
- Target SID tahun 2025: 41.291 Ha, Total kontrak SID: 41.291 Ha (100%), SID Tersedia: 31.225 Ha
- Target konstruksi tahun 2025: 31.225 Ha, Total kontrak konstruksi: 17.930 Ha (57,42 %), Total Konstruksi
- LC : 7.135,57 ha, LL : 4.510,52 ha, Olah lahan: 579,14 ha, Tanam: 48 Ha
- Jumlah excavator dan dozer: 390 unit
- Progres BP terbentuk: 81
Koordinasi Pembentukan BRMP Papua Selatan
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pertanian Provinsi Papua Selatan, Asisten II Bidang Perekonomian Setda Papua Selatan, dan BBI Papua Selatan. Berdasarkan hasil pertemuan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap penyediaan lahan BRMP Papua Selatan, dengan rincian:
- Lokasi lahan berada di Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, dengan luas ± 50 hektar, merupakan aset BBI Papua Selatan.
- Dari kebutuhan desain BRMP, diperlukan 5 petak lahan (±12 ha/petak).
- Tim BRMP telah melakukan verifikasi lapangan dan menyatakan lokasi layak untuk kajian lanjutan.
Namun demikian, terdapat beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian, antara lain masih adanya tuntutan hak ulayat masyarakat adat yang memerlukan fasilitasi penyelesaian oleh pemerintah daerah, ditemukannya beberapa area yang termasuk kawasan LP2B sehingga tidak dapat dialihfungsikan menjadi kawasan non-pertanian, serta perlunya kajian strategis untuk memastikan pemanfaatan lahan tetap berada dalam koridor fungsi pertanian, mencakup fasilitas perbenihan, area mekanisasi, dan zona inovasi modernisasi pertanian.
Rencana Perbenihan Insitu (Produksi Benih Sumber)
Untuk mendukung ketersediaan benih sumber daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Merauke menyiapkan lokasi perbenihan insitu melalui Program OPLAH tahun 2025, yaitu di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, pada lahan milik Bapak Simon.
Produksi benih sumber direncanakan dimulai pada Januari, bertepatan dengan fase T-1 sebelum musim tanam. Keberadaan Perbenihan insitu sangat dibutuhkan di daerah ini guna mendukung kegiatan PSN berupa OPLAH, CSR, LTT dan BP.