BRMP Papua Kawal Produksi Benih Padi Inpari 42, Upaya Jamin Mutu Benih Unggul
Keerom, 8 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melaksanakan monitoring pada kegiatan Produksi Benih Sumber Padi Varietas Inpari 42 di Kampung Yammua, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom. Kegiatan ini melibatkan tim BRMP Papua bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petani sebagai bagian dari upaya memastikan proses produksi benih unggul berjalan sesuai standar teknis benih bersertifikat.
Monitoring dilakukan pada pertanaman padi yang telah memasuki fase generatif dengan fokus pada pengamatan kondisi pertumbuhan tanaman, keseragaman varietas, kesehatan tanaman, pembentukan malai, hingga proses pengisian bulir. Tahapan ini menjadi indikator penting dalam menentukan keberhasilan produksi benih sumber yang berkualitas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengecekan kondisi lahan untuk mengetahui perkembangan pertanaman secara menyeluruh. Selanjutnya, tim melakukan identifikasi proses pertumbuhan tanaman sekaligus pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi produktivitas dan mutu benih.
Hasil pengamatan menunjukkan adanya serangan hama penggulung daun dan wereng pada beberapa titik pertanaman. Namun demikian, tingkat serangan masih berada di bawah ambang kendali sehingga belum memerlukan tindakan pengendalian lebih lanjut. Meskipun demikian, pengamatan secara berkala tetap direkomendasikan untuk mengantisipasi peningkatan populasi hama pada fase pertumbuhan berikutnya.
Kegiatan monitoring kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama PPL dan petani terkait kondisi pertanaman, hasil pengamatan di lapangan, serta langkah-langkah teknis yang perlu dilakukan agar proses produksi benih tetap memenuhi standar sertifikasi. Sinergi antara BRMP Papua, PPL, dan petani diharapkan mampu menjaga kualitas benih yang dihasilkan melalui penerapan budidaya yang sesuai dengan kaidah produksi benih.
Melalui kegiatan ini, BRMP Papua terus memperkuat pendampingan teknis kepada petani dalam menghasilkan benih sumber padi Inpari 42 yang memiliki kemurnian genetik, mutu fisik, dan daya tumbuh yang tinggi. Ketersediaan benih unggul yang berkualitas diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas padi serta memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Keerom dan Papua pada umumnya.