" VIMA 4, PENYANGGA PANGAN DENGAN PRODUKSI TINGGI "
Kacang hijau merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang banyak ditanam masyarakat. Kacang hijau banyak diminati menjadi bahan olahan makanan dan minuman. Kacang hijau biasanya dibudidayakan di lahan kering maupun sawah setelah padi. Salah satu variabel keberhasilan produksi kacang hijau yaitu dengan menggunakan varietas unggul. Kementerian Pertanian melalui Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) telah menghasilkan banyak varietas kacang-kacangan, salah satunya adalah Vima 4. Varietas tersebut memiliki potensi hasil 2,32 t/ha dengan rata-rata produksi mencapai 1,8 t/ha biji kering.
Pada periode tanam April September 2023 ini, Balai Penerapan Standardisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Papua, kembali melakukan kegiatan perbenihan yang merupakan agenda tahunan, salah satunya perbenihan kacang hijau, varietas Vima 4. Kegiatan tersebut ditempatkan di lahan Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Merauke.
Vima 4 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan varietas lainnya seperti umur genjah 56 hari, masak serempak, polong tidak mudah pecah, warna polong muda hijau dan polong tua hitam, warna biji hijau mengkilap dengan ukuran biji besar (6,62 g/100 butir). varietas ini agak tahan terhadap embun tepung, bercak daun dan hama trips. Hasil uji adaptasi, vima 4 juga beradaptasi baik terutama pada daerah sub optimal.
Memasuki masa panen kacang hijau tersebut, IP2SIP mengundang penyuluh pertanian yang merupakan perwakilan dari Distrik Merauke, Semangga, dan Tanah Miring, untuk menyaksikan secara langsung tampilan pertanaman kacang hijau. Pada pertemuan tersebut dijelaskan berbagai teknologi budidaya yang diterapkan pada pertanaman, juga prosedur standar dalam produksi benih kacang hijau. Akhir pertemuan, dilakukan estimasi produksi dengan pendekatan samling ubinan yang dilakukan oleh BPS, diperoleh dugaan produktifitas 1,7 t/ha.
Benih kacang hijau varietas Vima 4 dari kegiatan ini selajutnya akan didistribusikan kepada petani di Merauke, dengan harapan dapat dikembangkan pada lahan mereka masing-masing dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani (SS).