Seminar Proposal Kegiatan TA 2026, BRMP Papua Tekankan Mitigasi dan Manajemen Risiko
Jayapura, 10 Maret 2026 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menyelenggarakan Seminar Proposal Kegiatan Teknis Tahun Anggaran 2026 di Aula BRMP Papua. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh jajaran pegawai dari BRMP Papua, BRMP Papua Selatan, BRMP Papua Tengah, dan BRMP Papua Pegunungan.
Seminar proposal ini menjadi bagian dari proses pemantapan perencanaan kegiatan teknis yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 sekaligus menjadi ruang diskusi bagi seluruh tim untuk menyempurnakan rencana kegiatan yang telah disusun.
Dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan seminar, Kepala BRMP Papua menyampaikan bahwa dinamika kelembagaan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir membawa berbagai perubahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga. Oleh karena itu, forum seminar proposal ini menjadi kesempatan penting untuk kembali memperkuat pemahaman terhadap tugas dan fungsi lembaga serta menyelaraskan program kegiatan yang akan dilaksanakan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa BRMP memiliki peran strategis dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian, penerapan teknologi pertanian, serta mendukung kegiatan pengawasan dan pengawalan program pembangunan pertanian di wilayah. Melalui kegiatan seminar ini diharapkan seluruh tim dapat melakukan brainstorming dan penyempurnaan proposal kegiatan, sehingga setiap program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara terarah, operasional, dan memiliki target yang jelas serta terukur.
Pada sesi seminar, para penyaji memaparkan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026, antara lain Analisis Kebijakan Subsidi Pupuk oleh Dr. Batseba M.W. Tiro, MP; Analisis Kebijakan Serap Gabah/Beras oleh Dr. Ir. Siska Tirajoh, M.Si; Analisis Kebijakan Brigade Pangan oleh Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP; serta Pendekatan Sains dalam Perakitan dan Pendampingan Pertanian oleh Dr. Rohimah Sri Lestari, SP., M.Sc.
Selain itu dipaparkan pula beberapa kegiatan lainnya seperti Produk Teknologi Terapan Pertanian Adaptif dan Modern (Nabire) oleh Merlin K. Rumbarar, SP., M.Sc; Diseminasi Standar Instrumen Pertanian oleh Yusuf Suebu, S.ST., M.Si; serta Benih Sumber Jagung Spesifik Lokasi (Merauke) oleh Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP.
Pada sesi berikutnya turut dipaparkan kegiatan Benih Sumber Bawang Merah Spesifik Lokasi oleh Dr. Rohimah Sri Lestari, SP., M.Sc; Benih Sumber Kelapa Dalam Spesifik Lokasi oleh Ghalih Priyo Dominanto, S.Pt., MP; Benih Sumber Kopi Spesifik Lokasi oleh Edison Ayakeding, S.ST., M.Si; Benih Sumber Kakao Spesifik Lokasi oleh Septi Wulandari, SP., M.Sc; Bibit Sumber Ayam KUB Spesifik Lokasi oleh Dr. Ir. Siska Tirajoh, M.Si; serta Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi oleh Sitti Raodah Garuda, SP., MP.
Setiap pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, saran, serta masukan yang kemudian ditanggapi oleh pemateri. Diskusi dua arah tersebut diharapkan dapat memperkaya substansi kegiatan sekaligus menyempurnakan proposal yang telah disusun oleh masing-masing tim.
Pada sesi penutup, Kepala BRMP Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemateri dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan seminar. Ia juga mendorong agar setiap tim dapat kembali memantapkan proposal kegiatan sehingga rencana program yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 dapat disusun secara lebih matang dan terukur.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya penyusunan mitigasi dan manajemen risiko sebagai bagian dari perencanaan kegiatan, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah serta mampu mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) juga didorong sebagai bagian dari upaya pengendalian mutu pelaksanaan kegiatan serta memperkuat tata kelola program.
Melalui kegiatan seminar proposal ini diharapkan seluruh rencana kegiatan BRMP pada Tahun Anggaran 2026 dapat disusun secara lebih komprehensif, terukur, serta mampu mendukung penerapan inovasi dan teknologi pertanian yang adaptif di wilayah Papua.