“RINTISAN PEMETAAN HAMA KOMODITAS PANGAN PADA ZONA IKLIM WILAYAH SELATAN PAPUA”
Serangan hama pada tanaman merupakan ancaman serius pada produksi, selain akan berakibat pada penurunan jumlah dan kwalitas hasil juga akan berdampak pada gagal panen. Keadaan ini akan berpengaruh pada stok pangan lokal hingga tingkat nasional. Oleh sebab itu dibutuhkan upaya pengendalian hama secara berkelanjutan untuk pengamanan produksi pada berbagai tingkatan.
Pengendalian hama yang terbaik adalah apabila dilakukan sedini mungkin, yang diawali pemantauan keberadaan hama pada tanaman di awal pertumbuhan, bahkan sejak pengolahan lahan dimulai. Hal lain yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut adalah informasi sebaran keberadaan serangga hama pada skala ekologi.
Sehubungan dengan hal tersebut Stasiun Klimatologi Tanah Miring Merauke bersama BSIP Papua melalui IP2SIP (Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian) Merauke melakukan rintisan pemetaan spesies serangga hama berdasarkan pewilayahan zona iklim. Bertempat di kantor IP2SIP Merauke berlangsung pertemuan antara kepala Staklim Tanah Miring Marsildus Eutakius Keytimu, S.Si dengan kepala IP2SIP Merauke Frans Palobo, S.P. M.Si pada selasa (05 Sept 2023).
Pada pertemuan tersebut dibahas beberapa hal terkait metode yang akan digunakan dalam menyusun rencana pemetaan, pembatasan komoditas obbjek, inventarisasi jenis hama, penetapan defensi operasional zona iklim yang akan digunakan sebagai dasar memetakan sebaran hama, dan berbagai variabel label lain yang dibutuhkan.
Sebagai langkah persiapan, Stasiun klimatologi Tanah Miring Merauke dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan kepada para prakirawan BMKG mengenai hubungan serangga dengan iklim, dan akan mengundang BSIP Papua sebagai narasumber.
Pemetaan serangga hama berdasarkan zona iklim merupakan suatu ide yang sangat bagus, karena akan menjadi refrensi tambahan yang berguna dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan. Meskipun ini baru dalam tahap awal membangun model, akan tetapi melihat potensi manfaat yang akan dihasilkan maka kegiatan ini perlu dukungan dari berbagai pihak untuk memperoleh hasil yang maksimal (SS).