PM-AAS Pacu Perluasan Tanam Padi dan Mekanisasi Pertanian di Senggi
Senggi, 18 Agustus 2026 — Semangat memperluas areal pertanaman padi terus digelorakan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Melalui program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), pengolahan lahan dan persiapan tanam dipacu dengan dukungan mekanisasi pertanian untuk mempercepat peningkatan produksi pangan.
Target PM-AAS di Senggi seluas 60 hektare, terdiri atas 50 hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan 10 hektare lahan reguler. Pada areal CSR tersebut, kegiatan direncanakan melibatkan tiga kelompok tani, yakni Mitra Creative Makmur, Satu Hati, dan Kotop.
Tidak berhenti pada lahan yang telah ditetapkan, kelompok tani juga menyampaikan keinginan untuk memperluas pertanaman padi di luar areal CSR. Hal ini mendapat respons positif dari Direktur Wilayah Papua, Dr. Aser Rouw SP, M.Si. Menurutnya, perluasan areal dapat dilakukan sepanjang lahan tersebut masuk dalam pengusulan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) serta sesuai dengan perencanaan kegiatan.
Penerapan mekanisasi menjadi salah satu kekuatan utama PM-AAS di lahan CSR 2026 Senggi. Berdasarkan data BPLIP Kelas 1 Jayapura per 17 Agustus 2026, luasan CSR di Walay tercatat mencapai 151,42 ha Land Clearing (LC), sementara Land Leveling (LL) 44,46 ha.
Untuk mempercepat pengolahan lahan, sebanyak 10 unit traktor dioptimalkan dengan target pengolahan sekitar 5 hektare per hari. Dukungan alsintan lainnya berupa 10 unit pompa air IE-Teuga beserta 10 paket selang roll, 10 unit implement singkal, 4 unit traktor roda dua RD85DI 2S, serta 2 unit Maxi Bimo juga diarahkan untuk mendukung percepatan kegiatan di lapangan.
Namun, sejumlah kendala masih perlu ditindaklanjuti, antara lain kepastian sumber air, ketersediaan benih, pestisida serta pemenuhan pupuk subsidi hingga ke Senggi.
Direktur Wilayah Papua meminta penyuluh dan seluruh pihak terkait untuk memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan lahan, mengoptimalkan alsintan, serta menyusun jadwal kegiatan dari pengolahan lahan hingga panen.
Dengan percepatan mekanisasi dan penyelesaian berbagai kendala di lapangan, PM-AAS di Senggi diharapkan mampu mendorong terwujudnya pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan di Tanah Papua.