“ BSIP PAPUA SIAP SUKSESKAN PERBENIHAN NASIONAL “
Setelah dari Papua Pengunungan Tengah kabupaten Nabire dan Papua kabupaten Keerom. PJ kegiatan Perbenihan Sitti Raodah Garuda, M.Si berlanjut ke Papua Selatan kabupaten Merauke melakukan perbenihan padi dengan varietas padi Inpari 45 Dirgahayu, Inpari 46 GSR (Green Super Rice) TDH dan inpari Nutri Zinc. Ketiga varietas mempunyai keunggulan masing-masing. Inpari 45 Dirgahayu cocok ditanam pada ketinggian 0-600 mdpl. Salah satu keunggulan padi jenis ini memiliki jumlah isi per malainya sekitar 140 dengan potensi hasil sekitar 9,5 ton/ha. Sedangkan Inpari 46 GSR TDH Varietas ini mengandung zinc (Zn) 34,5 ppm, dengan potensi hasil 9, 98 ton/Ha. Inpari Nutri Zinc merupakan padi Biofortifikasi kandungan Zn rata-rata sebesar 34,5 ppm potensi hasil 9,9 ton/ha. Inpari 45 Dirgahayu dan Inpari46 GSR pertama kali di taman di kabupaten Merauke sedangkan Inpari nutri zinc sudah tahun keempat dikembangkan. Untuk mengurangi biaya tanam maka menggunakan mesin Rice Transplanter, Mesin transplanter merupakan salah satu alsintan yang dikenalkan oleh Kementan kepada para petani dalam rangka modernisasi pertanian. Dengan menggunakan mesin transplanter petani membutuhkan tenaga yang lebih sedikit untuk menanam padi. Bahkan, mesin transplanter bisa menentukan jarak antar tanaman padi yang memungkinkan untuk pertumbuhan optimal. Namun sebelum penanaman benih di semai di dapok/tray dengan menggunakan media semai abu sekam padi kemudian benih ditabur, Bibit siap tanam setelah ± 15 HSS. Dengan kehadiran mesin transplanter, hal ini bisa diatasi. Petani tidak perlu lagi bingung masalah kekurangan tenaga karena bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan mesin. Rice transplanter bisa menanam padi secara otomatis pada lahan yang sudah disiapkan. Mesin ini juga bekerja dalam waktu yang lebih cepat daripada menggunakan tenaga manusia.