BRMP Papua Monitoring Persemaian Kelapa Dalam di Biak, Dorong Penguatan Peran Penyuluh & Akses Benih
Biak, 19 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melalui tim BRMP Papua bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Biak Numfor melaksanakan monitoring persemaian Kelapa Dalam di Kampung Opiaref, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Sabtu (19/9).
Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan persemaian sekaligus memastikan kesiapan benih Kelapa Dalam yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat di sejumlah kampung. Persemaian tersebut dikelola oleh Charlos N. Maryen, penangkar yang memperoleh rekomendasi sebagai Produsen Benih Tanaman Perkebunan dari UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Papua.
Pertumbuhan Benih Mencapai Kondisi Baik
Dalam kegiatan monitoring, tim mencatat sebanyak 12.650 benih Kelapa Dalam telah disemai, melebihi target awal sebanyak 11.000 benih. Benih tersebut mulai disemai sejak 15 Mei 2026, dengan sumber benih berasal dari BPT Podaido dan BPT Aimando.
Hasil pengamatan lapangan menunjukkan kondisi pertumbuhan yang relatif baik. Dari keseluruhan benih yang disemai, sekitar 1,5 persen belum atau tidak tumbuh. Sementara itu, hanya ditemukan 11 tanaman yang mengalami gejala busuk pucuk, sehingga diperlukan pemantauan dan penanganan secara berkala untuk mencegah perkembangan gangguan tersebut.
Benih Kelapa Dalam hasil persemaian ini direncanakan untuk mendukung pengembangan tanaman kelapa di enam kampung, yaitu Orkeri, Pomdori Sup, Sauri, Sarwom, Mambesak, dan Wopes.
Tim BRMP Papua bersama penyuluh juga mencermati aspek distribusi benih. Kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan utama karena berdampak terhadap tingginya biaya transportasi dan distribusi benih ke lokasi penerima.
Dalam diskusi lapangan, muncul kebutuhan untuk melakukan kajian terhadap unit cost kegiatan bantuan pemerintah, khususnya dengan mempertimbangkan karakteristik geografis Papua, jarak antarlokasi, serta biaya transportasi dalam distribusi sarana produksi dan benih.
Perkuat Kinerja Penyuluh Biak dan Supiori
Selain monitoring persemaian, BRMP Papua juga melaksanakan pertemuan bersama PPL Kabupaten Biak Numfor dan Supiori. Pertemuan diikuti sekitar 20 orang penyuluh dan menjadi ruang diskusi untuk memperkuat peran penyuluh dalam mendukung program pembangunan pertanian di wilayah Biak dan Supiori.
Dalam pertemuan tersebut, BRMP Papua mengingatkan kembali sejumlah tugas dan fungsi penyuluh, antara lain pendampingan program strategis Kementerian Pertanian, penyampaian informasi kepada petani, penerapan dan pengawalan teknologi pertanian, serta pemenuhan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) penyuluh.
Penyuluh juga didorong untuk lebih aktif melakukan identifikasi dan pendataan petani yang belum masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Langkah tersebut penting untuk memastikan petani mendapatkan akses terhadap berbagai dukungan sarana produksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyuluh sebagai Agen Perubahan
Dalam diskusi juga ditekankan pentingnya membangun kepercayaan (trust) antara penyuluh dan petani. Penyuluh tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendampingi petani dalam memahami dan menerapkan inovasi teknologi pertanian.
Pembahasan turut menyoroti persoalan ketersediaan dan distribusi pupuk di Biak dan Supiori. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah distribusi pupuk yang melibatkan distributor dari Nabire, dengan satu kios pupuk yang melayani kebutuhan wilayah Biak dan Supiori.
Permasalahan tersebut menjadi bagian penting dalam diskusi karena akses terhadap pupuk merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran usaha tani. Penyuluh diharapkan dapat berperan dalam mengidentifikasi permasalahan di lapangan, menyampaikan informasi kepada petani, serta mengawal koordinasi dengan pihak terkait.
Sinergi BRMP dan Penyuluh untuk Modernisasi Pertanian Papua
Kegiatan monitoring persemaian dan pertemuan bersama penyuluh menunjukkan pentingnya sinergi antara BRMP Papua, penyuluh, penangkar benih, dan petani dalam memastikan inovasi dan dukungan pembangunan pertanian dapat diterapkan secara efektif di tingkat lapangan.
Melalui pengawalan persemaian Kelapa Dalam serta penguatan kapasitas dan peran penyuluh, diharapkan ketersediaan benih berkualitas, penerapan teknologi, dan pendampingan kepada petani di wilayah Biak dan Supiori dapat semakin optimal.
BRMP Papua berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan dan penerapan teknologi pertanian spesifik lokasi, sekaligus memastikan program pembangunan pertanian dapat menjawab kebutuhan nyataa masyarakat Papua.