BRMP Papua Kembangkan Kapasitas Petani Mimika melalui Sekolah Lapang Inovasi Teknologi Pertanian
Mimika, 13 Desember – Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua terus memperkuat peran dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Inovasi Teknologi Pertanian yang dilaksanakan secara serentak di enam wilayah Kabupaten Mimika. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, sejak tanggal 8 hingga 13 Desember 2025, dan menyasar petani dengan komoditas unggulan yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing.
Sekolah Lapang ini merupakan bagian dari upaya BRMP Papua dalam mempercepat diseminasi inovasi teknologi pertanian yang aplikatif, adaptif, dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan langsung di lahan petani dengan pendekatan pembelajaran partisipatif, sehingga petani tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung di lapangan.
Sebanyak enam narasumber dari BRMP Papua terlibat aktif dalam kegiatan ini. Dr.Ir. Martina Sri Lestari, MP memberikan materi Inovasi Teknologi Budidaya Padi Gogo di Kampung Nawaripi, Distrik Wania. Muhammad Nur, S.ST., MP menyampaikan Inovasi Teknologi Budidaya Tanaman Cabai di Kampung Mware, Distrik Mimika Timur.
Selanjutnya, Merlin K. Rumbarar, SP., M.Sc membawakan materi Inovasi Teknologi Budidaya Kopi dan Kakao, sementara Septi Wulandari, SP., M.Sc memberikan pendampingan Inovasi Teknologi Budidaya Jahe dan Bawang Merah di Kelurahan Timika Jaya serta Kampung Bintang Lima, Distrik Mimika Baru dan Kwamki Narama. Untuk komoditas jagung, Inovasi Teknologi Budidaya Jagung disampaikan oleh Edison Ayakeding, S.ST., MP di Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana. Adapun materi Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian disampaikan oleh Frans Palobo, SP., M.Si di Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Lapang membahas berbagai aspek penting budidaya pertanian, mulai dari persiapan dan pengolahan lahan, pemupukan berimbang, pemasangan mulsa, pengairan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu. Selain itu, petani juga mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan pupuk organik cair dan asam amino ramah lingkungan, penggunaan pestisida nabati, teknik panen dan pascapanen, serta pengelolaan dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara efektif.
Ditempat yang berbeda Kepala BRMP Papua, Dr. Aser Rouw,SP, M.Si, menyampaikan bahwa Sekolah Lapang merupakan salah satu instrumen strategis dalam mempercepat adopsi inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.
“BRMP Papua berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi yang benar-benar dibutuhkan petani. Melalui Sekolah Lapang, petani belajar langsung di lahan, memahami teknologi secara utuh, dan diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” tegasnya.
Salah satu narasumber BRMP Papua, Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP, menambahkan bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci keberhasilan Sekolah Lapang.
“Petani di Mimika memiliki potensi yang sangat besar. Dengan teknologi budidaya yang tepat, seperti pemupukan berimbang, irigasi efisien, dan pengendalian hama terpadu, produktivitas dapat ditingkatkan tanpa merusak lingkungan. Sekolah Lapang menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman yang sangat efektif,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika menyambut baik pelaksanaan Sekolah Lapang ini. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika Dr. Alice Irene Wanma,S.Km,M.Kes menyampaikan apresiasi atas dukungan BRMP Papua dalam penguatan kapasitas petani daerah.
“Kami mengapresiasi peran aktif narasumber BRMP Papua yang terus mendampingi petani melalui inovasi teknologi. Kegiatan Sekolah Lapang ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan pendapatan petani,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BRMP Papua, penyuluh pertanian, dan kelompok tani merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Mimika.
Selama enam hari pelaksanaan, Sekolah Lapang berjalan dengan antusiasme tinggi dari para petani. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, baik pada saat penyampaian materi maupun praktik di lapangan. Petani juga berbagi pengalaman terkait permasalahan yang dihadapi, mulai dari serangan hama dan penyakit, keterbatasan sarana produksi, hingga tantangan pemasaran hasil pertanian.
Melalui kegiatan ini, BRMP Papua berharap petani dapat menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing dengan menerapkan inovasi teknologi yang telah dipelajari serta menularkannya kepada petani lain. Ke depan, Sekolah Lapang diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari strategi penguatan sistem pertanian berbasis inovasi dan kearifan lokal.