BRMP Papua Jadi Tuan Rumah Peningkatan Kapabilitas PBT Sertifikasi Benih Kopi dan Kakao
Sentani, 16 September 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menjadi tuan rumah pelaksanaan Pelatihan "Peningkatan Kapabilitas Pengawas Benih Tanaman (PBT) untuk Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan" dalam rangka mendukung program hilirisasi komoditas perkebunan. Kegiatan yang berlangsung di Aula BRMP Papua ini diikuti oleh puluhan PBT dari lingkup BRMP dan Dinas Perkebunan/Pertanian se-Papua, meliputi Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Karel Yarengga, SP, M.Si Kepala Bidang Peternakan Dinas Provinsi Papua. Beliau menyampaikan bahwa PBT harus mempunyai kapabilitas yang cukup sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. Arahan kebijakan perbenihan perkebunan dalam mendukung hilirisasi yang disampaikan oleh perwakilan Direktur Perbenihan Perkebunan, Yovita Endah Yuliastri,SP, MP. Dalam arahannya, ditekankan pentingnya peningkatan kapasitas PBT agar proses sertifikasi benih siap salur dapat berjalan optimal guna mendukung percepatan hilirisasi komoditas kopi, kakao, tebu, kelapa, pala, lada, dan jambu mete.
Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti pre-test sebagai tolok ukur pemahaman awal, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti hari pertama, yaitu Prosedur Sertifikasi Benih Kopi dan Prosedur Sertifikasi Benih Kakao. Kedua materi disampaikan oleh pemateri dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Murhawi, yang memaparkan tahapan sertifikasi mulai dari pemeriksaan lapangan, pengujian laboratorium, hingga penerbitan sertifikat dan label benih.
Usai penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi langsung terhadap contoh bibit dan alat sertifikasi yang telah disiapkan oleh panitia, sebagai bentuk pendalaman praktik atas teori yang telah diterima.
Rangkaian pelatihan ini akan berlanjut tanggal 17 September 2026 dengan materi Prosedur Sertifikasi Benih Kelapa, sekaligus diakhiri dengan diskusi evaluasi dan penyusunan rencana kerja sertifikasi benih perkebunan untuk wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.