BRMP Papua Dukung Penguatan Literasi Iklim melalui Sekolah Lapang BMKG di Kabupaten Jayapura
Sentani, 29 September 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua turut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Lapang BMKG yang diselenggarakan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura di Sentani, Kabupaten Jayapura. Mengusung tema “Masyarakat Tangguh Bencana, Mandiri Pangan, dan Nelayan Sejahtera: Aksi Nyata Sekolah Lapang BMKG Papua”, kegiatan ini mengintegrasikan Sekolah Lapang Gempabumi, Sekolah Lapang Iklim (SLI), dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.
Kepala BRMP Papua, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., turut hadir dalam pembukaan bersama unsur pemerintah daerah, instansi teknis, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. BRMP Papua juga mengikutsertakan peserta dalam rangkaian Sekolah Lapang Iklim sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pemanfaatan informasi iklim untuk mendukung sektor pertanian.
Tidak hanya sebagai peserta, BRMP Papua turut berkontribusi dalam penyampaian materi pada Sekolah Lapang Iklim melalui Septi Wulandari, S.P., M.Sc. Materi yang disampaikan menekankan pemanfaatan informasi iklim dalam mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam menghadapi dinamika cuaca dan iklim yang dapat memengaruhi usaha tani. Pemanfaatan informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan waktu tanam, pengelolaan usaha tani, serta langkah antisipasi terhadap risiko iklim.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., yang mewakili Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H. Dalam sambutan Bupati Jayapura, disampaikan bahwa Sekolah Lapang BMKG berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, perubahan cuaca, serta dinamika iklim. Kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, akademisi, instansi teknis, media, dan masyarakat dinilai penting agar informasi cuaca, iklim, dan gempabumi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Selain SLI, Sekolah Lapang Gempabumi diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, sementara Sekolah Lapang Cuaca Nelayan memberikan pembekalan mengenai informasi cuaca maritim dan kondisi tinggi gelombang. Sebanyak 134 peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, aparat, tenaga kesehatan, instansi pendidikan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Keikutsertaan BRMP Papua melalui peserta dan kontribusi narasumber pada Sekolah Lapang Iklim menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga. Pemanfaatan informasi iklim secara tepat diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan di tingkat lapangan dan mendorong pembangunan pertanian yang semakin adaptif terhadap dinamika cuaca dan iklim di Papua.